Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta pemerintah provinsi memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk pembenahan data penerima bantuan sosial (Bansos).
Dengan begitu, pengalokasian anggaran berjalan efektif. Mengatasi ketimpangan ekonomi masyarakat bawah.
Demikian ungkap Ima usai menjadi narasumber dalam acara Urban Talks bertajuk ‘Merawat Kehidupan Menguatkan Yang Rapuh’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (7/6). Kegiatan itu rangkaian dari Jakarta Future Festival 2026.
Ima menyoroti kondisi perekonomian masyarakat. Sangat memprihatinkan. Sementara, dampak dari penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tak boleh mengurangi Bansos. Khususnya bagi warga kurang mampu.
“Harapan kita ke depan, mengenai sosial itu tidak dipotong,” ujar Ima.
Menurut dia, akar masalah penyaluran Bansos masih terkendala akurasi data. Padahal, kesejahteraan rakyat merupakan prioritas oleh Pemprov DKI.
“Mengenai hajat hidup masyarakat kecil itu masih terus diakomodir,” tambah Ima.
Karena itu, ia meminta Pemprov DKI segera bertemu dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Menyelesaikan tumpang tindih data di lapangan.
“Pendataan sampai hari ini masih banyak terjadi miskom,” ucap Ima.
Ima berharap, pembenahan manajemen pelaksanaan Bansos secara menyeluruh. Pemprov DKI telah mengalokasikan pembiayaan kebutuhan dasar warga. Mulai sektor pendidikan hingga perlindungan kesejahteraan sosial.
Pendataan harus tepat. Sehingga, alokasi anggaran program prioritas penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.
“Jangan sampai, menggelontorkan anggaran bantuan sosial, tapi tidak tepat sasaran,” pungkas Ima. [dprd-dkijakartaprov.go.id]






